Niat Sholat Witir | Grosir Sajadah Murah

Baca Juga

niat sholat witir, grosirsajadah.id

Shalat witir adalah sholat sunah yang dilakukan pada malam hari antara setelah petang sampai menjelang fajar. Witir mengartikan jumlah ganjil yang biasanya terdiri dari 3 rakaat. Shalat witir juga dilaksanakan setelah shalat fardu malam seperti maghrib dan isya, atau shalat sunah lainnya seperti sholat tahajud dan sholat hajat. Atau sebelum sholat subuh dan sholat fajar. Paling sering sholat witir dilakukan setelah sholat tarawih dan dilakukan secara berjamaah.

Keutumaan sholat witir sangatlah banyak, antara lain :

1. Mendekatkan diri pada Allah SWT
2. Jalan bertaubat
3. Allah SWT sangat mencintai sholat witir
4. Menambah amal pahala
5. Amalan harian yang gemar dilakukan oleh Rasululloh SAW
6. Salah satu amalan ahli Al – Qur’an
7. Mencegah dari segala perbuatan maksiat
8. Mempermudah dikabulkan segala do’a – do’a
9. Diampuni segala dosa jika berdo’a dengan sungguh – sungguh
10. Merupakan wasiat yang harus diamalkan setiap hari

Sholat sunah witir tidak berbeda jauh caranya dengan sholat lainnya baik sunah maupun fardu, dimana diawali dengan niat sampai salam. Adapun tata cara sholat sunah witir adalah sebagai berikut :

1. Niat Sholat Witir

Pada umumnya melakukan sesuatu termasuk sholat, niat adalah yang paling utama yang harus dilakukan. Niat pada sholat witir bisa dilafalkan dengan Bahasa arab atau dengan Bahasa yang bisa di mengerti diri sendiri ( Indonesia maupun Jawa ). Niat yang diucapkan sama dengan niat sholat sunah lainnya. Yaitu sebagai berikut :


Pada dasarnya sebenarnya tidak ada hadist yang mengatakan tentang hokum membaca niat pada sholat witir. Jadi boleh dibaca dengan lafal biasa atau dengan bahasa lain.

2. Takbiratul ikhram

Setalah niat selanjutnya takbir dengan mengucapkan kalimat takbir yaitu “Allahuakbar” lalu menyedekapkan tangan pada dada. Ada sedikit berbedaan pendapat tentang aturan peletakan tangan saat bersidekap, ada yang berpendapat tangan seharusnya berada di depan dada, ada yang mengatakan di bagian perut atas, ada yang tepat diatas ginjal sebelah kiri. Mengenai hal ini tidak ada yang salah karena semua pendapat memiliki hukum dasar yang sama kuat. Jadi bagaimana cara persidekap seseorang saat sholat tidaklah masalah yang penting dia masih melakukan bersidekap setelah takbiratul ikhram.

3. Pembacaan iftitah

Seperti semua  sholat pada umunya, pembacaan iftitfah wajib hukumnya setelah takbiratul ikhram dan sebelum membaca suratan lain. Ada dua jenis do’a iftitah yang biasa dipakai oleh orang banyak yaitu ‘allahumma bangid’ dan ‘allahuakbar kabiro’. Sama halnya dengan pendapat bersidekap setelah takbiratul ikhram, keduanya memiliki dasar hukum yang sama kuat.

4. Pembacaan surat Al – Fatihah

Setelah membaca iftitah adalah wajib hukumnya untuk membacakan surat Al – Fatihah dalam setiap sholat.

5. Pembacaan surat pendek

Setalah membaca surat Al – Fatihah dilanjutkan dengan membaca suratan pendek lainnya. Terserah akan memilih suratan pendek manapn pada juz 30 atau dengan suratan lain dalam Al – Qur’an.

6. Rukuk

Pada umumnya setelah membaca surat pendek akan dilanjutkan dengan rukuk. Rukuk ini dilakukan degan membungkukan badan 90 derajat dengan tumpuan tangan pada lutut. Setelah dirasa punggung sudah lurus barulah membaca do’a pada saat rukuk.

7. Itidal

Itidal atau bangun setelah ruku dengan membaca ‘sami’allahuliman hamiddah’.

8. Sujud

Pada saat sujud diusahakan agar dahi lurus kebawah sampai dagu menempel pada alas sholat atau sajadah. Setelah yakin posisi sudah benar barulah membaca do’a saat sujud.

9. Iftirasy

Atau bisa disebut duduk diantara dua sujud dilakukan setelah melakukan sujud. Sama halnya dengan rukuk dan sujud, do’a saat duduk diantara dua sujud dibaca setelah sudah meyakini posisi tubuh sudah benar.

10. Tasyahud akhir

Sama halnya dengan duduk diantara dua sujud, duduk tasyahud akhir dilakukan dengan cara duduk. Namun durasinya jauh lebih lama dengan bacaan do’a yang lebih panjang. Dalam bacaan do’a tasyahud akhir terdapat bacaan syahadat dan sholawat nabi. Untuk akhirnya melakukan salam dengan menengok kanan dan kiri dengan membaca ‘assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh’.

Syarat dari sholat witir sama dengan saat melaksanakan sholat pada umumnya yaitu melakukan pembersihan diri dari hadas. Jika termasuk hadas besar maka orang yang akan melaksanakan sholat haruslah melakukan mandi dahulu sedangkan untuk hadas kecil cukup dengan melakukan wudhu.

Mandi membersihkan hadas ada beberapa jenis, ada yang bisa dengan mandi biasa ada juga yang harus menggunakan syarat dan aturan tertentu. Mandi dengan syarat tertentu ini bisa disebut juga dengan mandi junub yang dilaksanakan untu mebersihkan hadas besar. Adapun aturan mandi junub seperti berikut.

1. Niat

Niat mandi junub bisa dilafalkan dengan do’a ataupun dengan bahasa lain. Yang penting nitanya untuk embersihkan diri dari hadas besar yang wajib dibersihkan.

2. Membersihkan kotoran kecil

Hal ini seperti membersihkan kemaluan atau bagian ketiak agar tidak tertinggal kotoran yang terselip.

3. Melakukan wudhu

Dalam memulai mandi besar, didahulukan melakukan wudhu seperti biasa degan bacaan do’a yang seperti biasa juga.

4. Membasahi seluruh badan tanpa terkecuali

Dalam hal ini biasanya dimulai dengan menyiram bagian atas kepala sebanyak 3 kali perhatikan sela rambut agar basah semua, kemudian menyiram bagiann tubuh sebanyak 3 kali dan jangan lupa perhatikan lipatn bagian tubuh agar basah semua, begitu pula dengan bagian tubuh lain yang harus disiram sebanyak 3 kali dan juga dengan menggosok bagian tubuh haruslah sebanyak 3 kali.

5. Pakai sabun

Setelah dipastikan semua bagian tubuh basah maka berilah sabun pada seluruh bagian tubuh. Usahakan untuk tidak menyentuh kemaluan karena akan membatalkan wudhu, jika tidak sengaja maka lakukan wudhu kembali.

Nah 5 cara tersebutlah yang sering dilakukan namun banyak orang yang tidak mengetahuinya. Semoga ilmunya bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »