Hukum dan Tata Cara Shalat Istisqa

Hukum dan Tata Cara Shalat Istiqa


Cara Shalat Istisqa – Musim kemarau berkepanjangan terkadang membuat mahluk di bumi kesusahan. Ada yang ladangnya kering sehingga panennya gagal, ada yang tidak kekeringan, dan berbagai macam hal lain ditimbulkan karena tidak adanya hujan yang turun ke bumi.

Sebagai Umat Muslim, tentu saja ketika ada situasi yang seperti ini kita disarankan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah melalui ibadah sunah yang sering disebut dengan Shalat Sunah Istisqa. Shalat sunah yang satu ini umumnya terjadi ketika ada kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan dan sudah tidak ada sumber mata air lagi.

Hukum Shalat Sunnah Istisqa

Hukum melaksanakan shalat sunnah yang satu ini menurut Jumhur Ulama dari Mazhab Maliki, Syafii, Hambali dan dua ulama mazhab Hanafi adalah sunnah. Namun beberapa yang lain mengatakan bahwa hukum shalat sunnah istisqa adalah sunnah muakkadah yang mana artinya sunah yang sangat sangat untuk dianjurkan.

Apakah Shalat Istisqa Harus Berjamaah?

Pertanyaan tersebut sering menjadi salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwasannya shalat sunah satu ini tidak disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah. Nah untuk tata cara shalat sunnah dengan sendiri sendiri dan berjamaah ada bedanya atau tidak? Di bawah ini adalah Tata Cara Shalat Istisqa.

Tata Cara Shalat Istisqa

Ada yang menyarankan sebelum melakukan shalat istisqa untuk melakukan puasa selama tiga hari berturut turut, bertaubat dan melakukan hal hal baik lainnya. Selain itu, penduduk yang meminta hujan juga diminta untuk keluar rumah dan berkumpul di tanah yang lapang.

Shalat sunah yang satu ini terdiri dari dua rakaat, tanpa adzan dan juga tanpa iqamah serta disunnahkan untuk mengeraskan bacaannya. Pelaksanaan shalat istisqa ini dilakukan sama seperti shalat ide yakni dengan tata cara sebagai berikut :

1. Membaca niat shalat istisqa dengan khusyuk di dalam hati

2. Melakukan gerakan takbirotul ikhram sebanyak tujuh kali 

3. Membaca Al-Fatihah dan juga surat pendek

4. Melaksanakan tata cara shalat pada umumnya

5. Rakaat kedua melakukan takbir sebanyak 5 kali dilanjutkan membaca Al-Fatihah

6. Melakukan tata cara shalat seperti pada umumnya

7. Melakukan rakaat kedua hingga salam


Hukum dan Tata Cara Shalat Istiqa


Setelah tata cara shalat ini selesai, dilanjutkan dengan melakukan khotbah yang dibacakan oleh imam. Saat akan membacakan khotbah juga ada tata caranya sendiri sendiri. Tata caranya yaitu sebagai berikut :

1. Jumhur ulama mengatakan jika shalat istisqa lebih utama dilakukan setelah melakukan shalat istisqa

2. Pada khotbah pertama, seorang khatib membaca istigfar sebanyak sembilan kali

3. Pada saat khotbah kedua, seorang khatib melakukan bacaan istigfar sebanyak tujuh kali.

Nah itulah tata cara untuk melakukan shalat baik itu shalat berjamaah ataupun shalat sendirian. Jika terkait waktu, kapan dilakukannya shalat yang satu ini? shalat sunnah istisqa ini bebas dilakukan kapan saja selain pada waktu waktu yang memang dilarang untuk dilakukan shalat. Namun sebaik baiknya shalat istisqa dilakukan sama seperti pelaksanaan shalat dua raya yakni pada pagi hari. Pelaksanaan shalat istisqa ini juga bisa dilakukan di masjid seperti shalat Id atau bisa juga dilakukan di tanah lapang namun sangat dianjurkan untuk melakukan di tanah lapang karena lebih afdal dilakukan di tahan lapang.

Nah itu dia tadi paparan mengenai shalat sunnah istisqa, mari lah kita sama sama untuk menjaga bumi kita agar tidak ada lagi musibah kekeringan yang bisa kapan saja “menyerang” bumi kita tercinta.

Post a Comment

0 Comments